Belajar Dari Sang Surya
Ada sebuah kisah dari 2 orang bijak, yang sudah lama hidup bersama selama 2 tahun. selama itu mereka belum pernah bertengkar.
suatu hari…
Bijak 1 : ‘tidaklah kau berfikir bahwa inilah saatnya kita bertengkar, paliing tidak 1x saja’.
Bijak 2 : ‘Bagus kalau begitu !!!, mari kita mulai. tapi…. apa yang harus kita pertengkarkan???’
Bijak 1 : ‘Bagaimana kalau 1 potong roti ini??’
Bijak 2 : ‘Baiklah, mari kita bertengkar karena roti ini, tapi bagaimana kita melakukannya???’
Bijak 1 : ‘Roti ini punya ku, ini semua milikku !!!.’
Bijak 2 : ‘Kalau begitu ambil saja.’
Alangkah damainya jika didunia ini semua orang memiliki sifat seperti ini.
kita semua tak pernah menyadari, bahwa pertengkaran yang sering timbul itu disebabkan oleh keinginan untuk meminta sesuatu dari orang lain, dan kita tidak pernah memberi.
Orang yang paling disenengi dalam pergaulan adalah orang yang senang memberi, dan keinginan memberi tidak ada kaitannya dengan banyak harta yang dimiliki. orang yang takut memberi karena takut miskin mereka itulah orang yang miskin.
Ada satuhal yang dapat dilakukan oleh kita untuk dapat menjadi orang yang senang memberi, sebenarnya itu ada didalam diri kita sendiri. jika ingin menemukannya kita harus menggalinya. begitu kita berada dalam perjalanan kedalam kita akan merasakan beberapa masalah fisik yang kita miliki akan larut, emosi yang pelik akan terhapus, semakin dalam kita menggali, maka kita akan menemukan hidup yang manfaat dan akhirnya ada suatu kesadaran bahwa kita tidak bisa dipisahkan dari hal yang namanya memberi.
untuk menutup resensi ini ada sebuah kata2 mutiara dari Khalil Gibran:
‘ Apabila engkau memberi dari hartamu. tiadalah banyak pemberian itu. apbila engkau memberi dari dirimu, inilah pemberian yang penuh arti.‘
Semoga saya dan yang membaca tulisan ini dapat menjadi orang yang senang memberi, belajar seperti Sang surya. Amin…
Resensi dari buku ‘Life Is Beautiful -Belajar dari sang surya-’
Arvan Pardiansyah