Tuhan…., ini Pengharapan ku….
Tuhan, dari rumah-Mu aku serukan harapanku untuk sebuah kedamaian. Kedamaian dalam kelengkapan sunnah rasul-Mu dan titah-Mu. Ingatkan aku pula untuk tak lelah memanggil-Mu dalam menuju cinta-Mu. Ingatkan aku untuk tak putus berharap akan pertolongan-Mu. Aku tahu Engkau tak pernah bosan menerima do’aku. Aku percaya Engkau sudah menyiapkan jawaban atas pencarianku. Pencarian pada damainya mencinta dan dicintai dalam sebuah rumah jiwa. Adakah itu sederhana Tuhan ku???
Tuhan, betapa kerinduan kepada rumah jiwa tidak boleh membuatku lekang dalam menebar cinta dan persahabatan. Cinta dan persahabatn kepada segenap alam agar damai senantiasa…
Tuhan, jangan jadikan aku orang yang tidak sabar dalam jalan-Mu, jangan jadikan aku orang-orang yang lupa bagaimana cara mensyukuri kehidupan dan orang-orang yang ada dalam kehidupan itu sendiri meski dengan cinta yang paling sederhana…
Tuhan, tuntun aku agar tetap tak putus bersyukur serta belajar mencintai-Mu dan tanda-tanda kebesaran-Mu selalu. Tuntun aku untuk tetap mendamba sebuah rumah jiwa tanpa kehilangan cinta-Mu. Tuntun aku dalam kebesaran kekuasaan-Mu….
August 18th, 2007 at 2:19 am
Rasa al-hub yang bergelora di jiwa kita tak wajib ada pada hati yang kita cintai.namun itu hakikat dunia..bila kita berharap dan terlalu berharap, hati akan gusar, gelisah dan gundah karena takut pada harapan yang tak terwujud…mungkin benar ..ada masa untuk berhenti berharap..untuk kita menanam suatu harap pada tempat yg layak diletakkan sebuah pengharapan..yg merupakan sumber pengharapan..Dia akan selalu setia, tidak akan kecewakan kita..walaupun Dia tidak mengharapkan sesuatu dari kita, namun sulit untuk menemukan sesuatu yg tidak pernah tidak berputus asa pada nikmat-Nya..